Khotbah Yeremia 31:31-34 Transformasi Hati melalui Perjanjian Baru
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, pernahkah Anda merasa lelah karena terus-menerus mencoba menjadi orang baik namun selalu merasa gagal? Kita sering membuat resolusi, berjanji pada diri sendiri untuk tidak lagi marah, tidak lagi berbohong, atau lebih rajin beribadah, namun pada akhirnya kita jatuh ke lubang yang sama. Situasi inilah yang sebenarnya sedang dijawab oleh Tuhan melalui nabi Yeremia. Allah memahami bahwa sebagai manusia, kita memiliki kecenderungan untuk melanggar janji, sama seperti bangsa Israel yang mengabaikan perjanjian lama meskipun Tuhan sudah menuntun mereka keluar dari perbudakan Mesir dengan tangan-Nya sendiri. Kabar baiknya, Tuhan tidak menyerah pada ketegaran hati kita. Ia menawarkan sebuah "Perjanjian Baru" yang luar biasa berbeda. Jika dulu hukum-hukum Tuhan tertulis di atas loh batu yang kaku dan terasa seperti beban dari luar, sekarang Tuhan berkata bahwa Ia akan menaruh Taurat-Nya langsung ke dalam batin kita dan menuliskannya d...