Tolong jawab jujur, Pak... apa benar perempuan itu ada masa puber keduanya? Karena jujur, jantung saya rasanya mau copot setiap kali melihat perubahan istri saya belakangan ini. Kami sudah delapan tahun menikah. Dulu, kami memulai segalanya tanpa cinta. Kami menikah lewat jalan taaruf, menjalankan peran layaknya robot di dua tahun pertama. Baru di tahun ketiga, saat anak kami lahir, cinta itu tumbuh seiring dengan rasa syukur. Tapi sekarang, saya harus bekerja di luar pulau. Jarak ribuan kilometer memisahkan kami. Istri saya selalu bilang, "Mas, tangki cintaku itu perhatian, bukan uang atau hadiah." Saya tahu dia kesepian. Saya tahu dia butuh pelukan, bukan sekadar transferan. Tapi apa daya, jarak adalah musuh terbesar saya. Akhir-akhir ini, dia berubah total. Dia mulai gila belanja makeup, body care, bahkan minta izin ikut gym dan pilates. Sebagai suami, saya senang dia merawat diri. Uang pun semua ada di tangannya. Tapi yang membuat saya sesak adalah cara dia bicara, cara d...