• Jawaban Tugas 1 Modul 1, 2, 3 dan 4 FSAB4307 Bisnis Internasional

    Dear Peserta Tuton yang berbahagia,

    Setelah Saudara mengikuti rangkaian kegiatan minggu kesatu, dua dan tiga di Tuton FSAB4307 Bisnis Internasional, silakan Saudara kerjakan Tugas 1 berikut ini.

    1. Secara umum, ada dua faktor utama yang menjadi tren dan yang mengarahkan perekonomian pada globalisasi besar-besaran. Jelaskan kedua faktor tersebut dan berikan contohnya. Jelaskan pula pandangan Anda mengenai pengaruh teknologi bagi globalisasi di era digital saat ini.
    2. Salah satu teori yang melatarbelakangi muncul bisnis internasional adalah teori keunggulan komparatif. Jelaskan pendapat Anda:

    a. Bagaimana relevansi teori keunggulan komparatif terhadap bisnis internasional?

    b. Apakah teori keunggulan komparatif masih relevan digunakan pada era saat ini?

    c. Bagaimana keunggulan mutlak dan komparatif ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi? Berikan contohnya.

    1. a. Sistem politik dan ekonomi memiliki peran penting pada kekuasaan lingkup pengalokasian Sumber Daya suatu negara. Jelaskan pandangan Anda, mengapa setiap manajer internasional penting untuk mengetahui tentang perbedaan budaya antara negara negara? Berikan contohnya.

    b. Berkaitan dengan konsep kekuatan–kekuatan Lingkungan Luar Negeri, jelaskan pendapat Anda, mengapa pemerintah negara asal harus melakukan intervensi terhadap bisnis internasional? Berikan contohnya.

    Tugas ini akan berguna bagi Saudara untuk memantapkan pemahaman saudara tentang modul 1,2, 3 dan 4 mengenai materi apa saja yang belum Saudara kuasai setelah Saudara membaca modul 1,2, 3 dan 4 FSAB4307 Bisnis Internasional.

    Tugas 1 ini berisi 3 pertanyaan yang harus Saudara kerjakan. Ketik rapi jawaban Saudara untuk jenis huruf times new roman ukuran 12 dengan 1,5 spasi. Mohon tidak melakukan plagiasi. Jika mengutip pendapat seseorang, mohon dicantumkan sumbernya dengan kaidah sitasi yang baik.

    Saudara diharapkan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh tanpa bantuan orang lain. Perhatikan pula batas waktu pengumpulan tugas, sehingga tugas saudara tidak terlambat. Semoga Saudara dapat mengerjakan tes ini tanpa kendala yang berarti, dan sukses selalu semoga menyertai kita semua. (BISNIS internasional)

    Jawaban:

    1. Faktor Utama Pendorong Globalisasi dan Peran Teknologi Digital

    Menurut pengamatan saya terhadap perkembangan ekonomi global, terdapat dua kekuatan utama yang mendorong percepatan globalisasi.

    Faktor pertama adalah penurunan hambatan perdagangan dan investasi.

    Setelah Perang Dunia II, negara-negara di dunia sepakat untuk memangkas tarif bea masuk dan mengurangi pembatasan arus modal antarnegara.

    Contoh nyata dari hal ini adalah pembentukan organisasi perdagangan dunia yang mempermudah barang dari Indonesia, seperti komoditas tekstil, untuk masuk ke pasar Eropa dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada dekade sebelumnya.

    Faktor kedua yang saya lihat adalah perubahan besar dalam teknologi komunikasi dan transportasi.

    Dahulu, biaya pengiriman informasi dan fisik barang sangat mahal, namun sekarang segalanya menjadi lebih efisien.

    Contohnya adalah penggunaan kontainerisasi dalam pengiriman laut yang membuat biaya logistik per unit menjadi sangat murah.

    Mengenai pengaruh teknologi di era digital, saya berpendapat bahwa teknologi adalah mesin utama yang menghapus batas geografis secara total.

    Saat ini, globalisasi tidak lagi terbatas pada pertukaran fisik, melainkan pada aliran data dan layanan digital.

    Kehadiran platform digital memungkinkan pelaku usaha mikro di pelosok daerah untuk menjual jasanya kepada klien di Amerika Serikat tanpa harus berpindah tempat.

    Teknologi digital telah mengubah struktur kompetisi menjadi lebih rata bagi siapa saja yang memiliki akses internet.

    1. Relevansi Teori Keunggulan Komparatif di Era Modern

    a. Relevansi Teori Keunggulan Komparatif terhadap Bisnis Internasional

    Saya memandang teori keunggulan komparatif tetap menjadi fondasi kuat dalam bisnis internasional karena teori ini menjelaskan mengapa perdagangan tetap menguntungkan bahkan jika satu negara memiliki efisiensi yang lebih rendah dalam semua bidang.

    Relevansinya terletak pada konsep spesialisasi, di mana perusahaan internasional akan memfokuskan sumber dayanya pada produk yang memiliki biaya peluang paling rendah.

    Hal ini memungkinkan terjadinya alokasi sumber daya global yang lebih efisien.

    b. Relevansi Teori di Era Saat Ini

    Dalam pendapat saya, teori ini masih sangat relevan namun mengalami pergeseran bentuk.

    Jika dahulu keunggulan ditentukan oleh sumber daya alam, sekarang keunggulan komparatif lebih ditentukan oleh keahlian sumber daya manusia dan penguasaan teknologi.

    Negara yang mungkin tidak punya bahan baku fisik tetap bisa unggul dalam ekspor perangkat lunak karena fokus pada pengembangan intelektual.

    c. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi melalui Keunggulan Mutlak dan Komparatif

    Kedua konsep ini meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara memperluas skala produksi dan pasar konsumsi.

    Ketika setiap negara fokus pada apa yang paling baik mereka hasilkan, total output dunia akan meningkat.

    Sebagai contoh, Indonesia memiliki keunggulan mutlak dalam produksi minyak kelapa sawit karena faktor iklim, sementara Jepang unggul dalam memproduksi mesin otomotif.

    Melalui pertukaran ini, Indonesia bisa mendapatkan teknologi otomotif berkualitas tanpa harus memaksakan diri membangun industri tersebut dari nol, sementara Jepang mendapatkan pasokan energi dan bahan baku pangan yang stabil.

    Pertukaran ini mendorong efisiensi yang berujung pada peningkatan pendapatan nasional kedua negara.

    1. Dinamika Budaya dan Intervensi Pemerintah dalam Bisnis Internasional

    a. Pentingnya Pemahaman Budaya bagi Manajer Internasional

    Saya meyakini bahwa kegagalan memahami budaya lokal sering kali menjadi penyebab utama kegagalan bisnis di luar negeri.

    Manajer internasional perlu mengetahui perbedaan budaya karena nilai-nilai, norma, dan etika kerja sangat bervariasi di tiap negara.

    Budaya memengaruhi cara orang bernegosiasi, cara mengelola karyawan, serta selera konsumen.

    Contohnya, seorang manajer dari negara barat yang terbiasa dengan komunikasi langsung mungkin akan mengalami hambatan di Jepang atau Indonesia, di mana komunikasi sering kali bersifat implisit dan sangat menjaga harmoni perasaan lawan bicara.

    Ketidaktahuan akan hal ini bisa merusak hubungan kemitraan yang sudah dibangun lama.

    b. Intervensi Pemerintah Negara Asal terhadap Bisnis Internasional

    Mengenai intervensi pemerintah, saya berpendapat bahwa negara asal perlu melakukan campur tangan untuk melindungi kepentingan ekonomi dan keamanan nasional.

    Intervensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan yang beroperasi di luar negeri tidak merugikan struktur ekonomi dalam negeri atau membocorkan teknologi strategis.

    Contohnya adalah kebijakan pemerintah yang membatasi ekspor bahan mentah tertentu agar perusahaan domestik melakukan pengolahan di dalam negeri terlebih dahulu.

    Intervensi ini juga dilakukan untuk melindungi tenaga kerja lokal agar tidak kehilangan lapangan pekerjaan akibat relokasi industri yang terlalu masif ke negara dengan upah rendah.