Contoh Mandok Hata Togar-Togar Bahasa Batak dan Indonesia
Togar-togar berasal dari bahasa batak, kata dasarnya togar.
Togar dalam bahasa Indonesia disebut dengan tegar, kuat, teguh.
Pasahat hata togar-togar biasanya disampaikan di acara duka cita, misalnya di acara kematian (meninggal dunia), contohnya meninggalnya orang tua keluarga atau anggota komunitas kita, baik itu sari matua, saur matua, dan non saur matua.
Jadi, mandok hata togar-togar artinya menyampaikan kata-kata penghiburan bagi keluarga yang ditinggal oleh almarhum.
Tujuannya adalah agar keluarga yang ditinggal tegar, kuat dan tidak putus asa.
Sejago-jagonya orang mandok hata diberbagai ulaon adat batak, alangkah lebih baiknya yang menyampaikan mandok hata laho pasahat hata togar-togar ini adalah orang yang telah lebih dulu mengalami atau merasakan orang yang dicintai-disayanginya meninggal.
Jadi, karena tujuan mandok hata togar-togar ini adalah untuk menghibur yang berduka maka orang yang paling tepat untuk menyampaikan mandok hata adalah orang yang sudah pernah merasakan ditinggal oleh yang disayanginya, misalnya telah ditinggal orang tuanya.
Berikut adalah contoh mandok hata togar-togar di acara dukacita secara singkat dalam bahasa Batak
Jadi songoni ma di hamu ama/ina nami, huboto hami do songon dia arsak dohot haccitna dipaninggalhon ni ama/ina nami on.
Di hita namarholong ni roha, rohami tu bagason ima laho manogar nogari hamu keluarga na tinadingkon ni almarhum/almarhumah asa anggiat nian togar haporseaon mu jala asa tongtong ma nian sada jala mardos ni roha hamu pinompar ni ama/ina naung jumolo maninggalhon hita, asalam tu togu na holong muna.
Tarlumobi di ho amang Julius. Hamu do anak si hahaan. Ho na ma anang ma na gabe Ama di keluarga on.
Ho na ma amang na berperan na martanggung jawab sebagai Ama di angka tinodohon mon.
Songon i nang di angka tinodohonna dohot angka boru (ibotona) si Balua, Risma, Torang, dohot di ho Tiur asa tongtong hormat/respek jala jagaonmuna wibawa ni amang si Julius da..
Contoh mandok hata togar-togar di acara dukacita dalam bahas Indonesia.
Jadi inang, disini kami datang dari kampus Universitas Pangaribuan Nauli Raya.
Bahwa kami turut kehilangan bapak Hullmen. Sebagai rekan kerja di kampus, kami sangat mengenal baik bapak Hullmen.
Beliau adalah salah satu dosen terbaik di kampus kami.
Mendengar bapak meninggal secara mendadak kami sangat sedih dan sangat merasa kehilangan seorang bapak yang penuntun dan berjiwa sosial tinggi.
Inang, kami mengerti bagaimana rasanya ditinggal oleh orang yang kita sayangi, terlebih ditinggalkan oleh kepada keluara.
Kami juga memahami bagaimana kondisi inang dan anak-anak yang ditinggalkan oleh bapak Hullmen.
Anak inang ini bertiga ya inang, ya tadi kami sempat ngobrol sama amang/inang disini kalau ketiga anak inang masih sekolah, 2 masih duduk disekolah dasar dan 1 duduk di SMP.
Tapi inang, puji syukur atas berkat Tuhan. Atas dedikasi pak Hullmen di kampus, yayasan memberikan beasiswa penuh untuk ketiga anak inang ya nang...
Jadi inang, semua anak inang ini akan disekolahkan oleh kampus secara gratis dari SD, SMP sampai ke perguruan tinggi.
Nantinya, adek-adek kami ini begitu tamat dari SMA akan langsung kuliah dikampus kita Universitas Pangaribuan Nauli Raya secara gratis ya inang.
Jadi, unang pola pikkiri taringot tu parsikkolaan ni adek kami ini ya inang...
Untuk adak kami yang sulung, si Julius. Kaulah bang yang menjadi kepala keluarga di rumah ini ya bang. Sekarang kamu duduk dikelas 3 SMP. Sebentar lagi akan masuk SMA. Jadilah sebagai teladan bagi kedua adik-adikmu ini ya bang..
Sayangi mama kalian, ajari adek-adekmu ini ya bang agar rajin sekolah dan giat belajar.
Kami pihak kampus sangat berharap dari ketiga anaknya ini bisa menjadi dosen di kampus kita ya.. menggantikan bapak. Kalau bisa semua anak-anak bapak Hullmen bisa menjadi dosen dan mengabdi dikampus kita ya...
Jadi, inang disini juga akan kami berikan uang santunan dan uang sukarela dari keluarga besar Universitas Pangaribuan Nauli Raya atas kepergian bapak kami, pak Hullmen.
Kami berharap inang, santunan ini bisa membuka usaha untuk inang kelola sendiri dengan harapan agar kebutuhan hidup bisa tercukupi ya inang..
Inang juga jangan terlalu memikirkan bagaimana nantinya perekonomian dikeluarga inang sepeninggal bapak. Kami yakin dan percaya bahwa santunan dan uang belasungkawa yang diberikan oleh keluarga besar kampus bisa membuka usaha bagi keluaga inang ya nang...
Jadi, itulah inang yang bisa kami sampaikan. Semoga inang beserta adek-adek kami ini bisa tetap kuat dan tetap satu hati dalam menjalani hari-hari kedepan ya inang..
Mauliate, tuhan yesus memberkati.
Jadi, lae dohot ito. I ma jo contoh hata togar-togar na hubahen. Porsea ma hamu lae/ito, dang na malo au mandok hata. Ala ni i, atik adong na hurang manang salah, koreksi dohot tambai hamu da...
Komentar
Posting Komentar