Hikmah dan Manfaat Sikap Berani Membela Kebenaran dalam Kehidupan Sehari-hari

Sikap berani membela kebenaran atau syaja’ah bukanlah tentang seberapa besar kekuatan fisik atau seberapa kekar postur tubuh seseorang.

Keberanian yang hakiki justru tercermin dari kebersihan hati dan kekuatan jiwa yang mampu berdiri tegak di atas prinsip keadilan.

Dalam realitas kehidupan, tidak jarang kita temukan orang yang secara fisik terlihat perkasa namun memiliki nyali yang kecil dan berhati pengecut saat menghadapi tantangan.

Sebaliknya, banyak orang yang secara fisik tampak kecil dan kurus, namun memiliki hati yang sekuat singa padang pasir ketika harus mempertahankan kebenaran.

Berikut adalah hikmah dan manfaat dari sikap berani membela kebenaran dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Manfaat Bagi Diri Sendiri

Bagi seorang mukmin, memiliki sifat syaja’ah secara otomatis akan meningkatkan kualitas mental dan kedewasaan dalam menghadapi setiap persoalan hidup.

Keberanian ini membuat seseorang tidak akan membiarkan terjadinya kemungkaran di depan matanya, karena ia merasa bertanggung jawab secara moral dan iman.

Sikap berani ini juga menuntun seseorang untuk selalu mendahulukan perintah Allah Swt. di atas segala urusan duniawi yang bersifat sementara.

Hal ini terjadi karena keberanian seorang Muslim lahir dari rasa takut yang murni hanya kepada Allah Swt., sehingga ia merasa tenang dalam setiap langkahnya.

Dengan demikian, pribadi yang berani akan tumbuh menjadi sosok yang tangguh, mandiri, dan tidak mudah didikte oleh keadaan yang menyimpang dari nilai agama.

  1. Manfaat Bagi Keluarga

Dalam lingkup keluarga, ketika pendidikan karakter syaja’ah ditanamkan dan dibiasakan kepada seluruh anggotanya, maka akan tercipta kehidupan yang tenteram dan nyaman.

Keluarga yang memiliki keberanian berlandaskan iman tidak akan pernah merasa takut akan kekurangan materi di dunia ini.

Hal ini dikarenakan mereka memandang segala sesuatu sebagai kenikmatan sementara yang tidak boleh mengurangi kadar keberanian untuk tetap patuh pada perintah Allah Swt.

Energi syaja’ah yang mereka miliki akan mendorong setiap anggota keluarga untuk tetap berjuang, bekerja keras, berikhtiar, serta bertawakal sepenuhnya.

Selain itu, sifat qana’ah atau merasa cukup akan tumbuh subur, sehingga mereka terhindar dari perilaku menghalalkan segala cara yang dilarang agama demi mengejar kemewahan dunia.

  1. Manfaat Bagi Agama, Negara, dan Bangsa

Pada skala yang lebih luas, bangsa yang besar hanya akan terwujud jika masyarakatnya terbiasa memiliki budaya berani dalam setiap langkah dan kebijakannya.

Kita dapat meneladani bagaimana Rasulullah Saw. memimpin Madinah dengan keberanian yang berlandaskan pada norma dan syariat agama Islam.

Kepemimpinan yang berani tersebut terbukti mampu menciptakan rasa aman, nyaman, toleran, dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya meskipun hidup dalam keberagaman.

Jika seluruh rakyat Indonesia, terutama masyarakat Muslim, memiliki sifat syaja’ah, maka negara kita akan menjadi bangsa yang kuat dan maju.

Keberanian yang kompak dalam melakukan amar ma’ruf nahi munkar akan menjauhkan bangsa dari tindakan kriminal seperti korupsi, peredaran narkoba, dan terorisme.

Melalui sinergi masyarakat dan aparat penegak hukum yang berani, keadilan akan tegak sesuai dengan kapasitas dan kewenangan masing-masing demi kejayaan bangsa.

Referensi:

Ahmad Taufik & Nurwastuti Setyowati. (2021). Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek. Cetakan Pertama. Halaman 227-228.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *