Teori Masuknya Islam ke Indonesia Menurut Teori Makkah

Diskursus mengenai sejarah awal kedatangan Islam di Nusantara selalu menghadirkan perspektif yang menarik, salah satunya adalah Teori Makkah.

Teori ini secara kuat diusung dan dipopulerkan oleh ulama sekaligus sejarawan terkemuka Indonesia, Prof. Dr. Buya Hamka.

Berbeda dengan teori lain yang menyebutkan Islam datang dari India, Buya Hamka meyakini bahwa Islam masuk ke Nusantara langsung dari sumber utamanya di Arab.

Sebagai landasan ilmiah untuk memperkuat argumen ini, Buya Hamka merujuk pada berita yang diangkat dari sumber sejarah Tiongkok kuno, yakni Berita Cina Dinasti Tang.

Berdasarkan catatan tersebut, ditemukan fakta adanya pemukiman saudagar Arab di wilayah pantai barat Sumatera pada masa itu.

Temuan ini membawa pada kesimpulan bahwa Islam telah masuk ke wilayah Nusantara jauh lebih awal, yakni sekitar abad ke-7 Masehi.

Implikasi dari teori ini adalah Islam dibawa langsung oleh para saudagar yang berasal dari tanah Arab, bukan melalui perantara wilayah lain.

Jika kita mencermati linimasa sejarah, Kerajaan Samudra Pasai yang sering disebut-sebut dalam sejarah Islam Nusantara baru didirikan pada abad ke-13 Masehi atau sekitar tahun 1275 M.

Oleh karena itu, Buya Hamka menegaskan bahwa berdirinya Samudra Pasai bukanlah titik awal masuknya Islam ke Indonesia.

Alih-alih menjadi awal, kemunculan kerajaan tersebut dipandang sebagai fase perkembangan dan kristalisasi kekuatan politik agama Islam yang sudah lama mengakar sebelumnya.

Dengan demikian, Teori Makkah memberikan perspektif bahwa hubungan spiritual dan perdagangan antara Nusantara dengan pusat peradaban Islam di Makkah telah terjalin sejak masa awal kenabian atau khulafaur rasyidin.

Referensi:

Ahmad Taufik & Nurwastuti Setyowati. (2021). Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek. Cetakan Pertama. Halaman 127.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *