PT Perusahaan Maju Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kursi, meja, dan lain-lain. Perusahaan ini dimiliki oleh Julio dan Sabar yang berlokasi di Cukang Galih Panongan Tangerang.
Perusahaan ini memiliki bagian accounting, purchasing, marketing, dan warehouse. Perusahaan ini menggunakan metode perpetual dalam menghitung persediaannya dan metode garis lurus dalam penyusutan asetnya.
Dalam kebijakan akuntansi manajemennya, perusahaan menunjuk manajer accounting dan manajer purchasing dalam strategi manajemen biayanya.
- Modal yang disetor oleh Julio dan Sabar sebesar Rp 500.000.000, akte pendirian dilakukan di notaris Sherly S.H., M.Kn, dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 17 Agustus 2005.
- Uang modal tersebut disetorkan pada bank. Untuk mendirikan pembuatan kursi dan meja, dibeli tanah seluas 200 meter dengan harga Rp 200.000.000.
- Dibangun untuk produksi meja dan kursi dengan harga Rp 100.000.000, dengan masa manfaat bangunan tersebut 20 tahun.
- Dibeli bahan baku kayu mahoni sebagai bahan kursi dan meja seharga Rp 5.000.000.
- Dibayar ongkos tukang untuk pengerjaan kursi dan meja sebesar Rp 2.000.000.
- Diterima pesanan penjualan dengan PO sebesar Rp 10.000.000 dengan syarat pesanan tersebut adalah customize. Karena Julio sudah menyetujui, maka diberikan DP sebesar 50% dari PO tersebut.
- Dibayar iklan sebesar Rp 500.000, dibayar gaji digital marketing Rp 5.000.000, dibeli kendaraan operasional secara kredit dengan DP Rp 50.000.000 dan harga mobil tersebut Rp 200.000.000.
Silakan buat laporan keuangan, laporan rugi laba, neraca, dan analisa perusahaan tersebut apakah bisa survive dalam kondisi yang ada dengan melihat laporan keuangannya!
Berikut ini adalah analisis saya mengenai studi kasus laporan keuangan PT Perusahaan Maju Jaya.
Saya telah menyusun laporan akuntansi berdasarkan transaksi awal berdirinya entitas bisnis tersebut.
Laporan Laba Rugi
Berdasarkan data transaksi yang diberikan, saya mencatat bahwa perusahaan belum bisa membukukan pendapatan penjualan sama sekali.
Uang muka sebesar Rp 5.000.000 dari pesanan pelanggan harus dicatat sebagai pendapatan diterima di muka pada sisi kewajiban.
Hal ini dikarenakan pesanan bernilai total Rp 10.000.000 tersebut bersifat customize dan produknya belum diserahkan kepada pembeli.
Pada sisi pengeluaran, perusahaan sudah menanggung beban operasional berupa biaya iklan sebesar Rp 500.000.
Perusahaan juga telah membayar gaji staf pemasaran digital sebesar Rp 5.000.000.
Oleh sebab itu, Laporan Laba Rugi PT Perusahaan Maju Jaya saat ini menunjukkan posisi rugi bersih sebesar Rp 5.500.000.
Saya belum menghitung beban penyusutan untuk bangunan berumur dua puluh tahun tersebut karena diasumsikan seluruh transaksi ini baru terjadi pada periode awal operasional dan belum melewati masa satu bulan pencatatan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Selanjutnya, saya akan merinci posisi kekayaan perusahaan melalui penyusunan Laporan Posisi Keuangan.
Total aset yang dimiliki perusahaan saat ini bernilai Rp 649.500.000.
Angka ini tersusun dari aset lancar berupa saldo kas perusahaan senilai Rp 142.500.000.
Nilai kas tersebut saya dapatkan dari modal disetor Rp 500.000.000 setelah dikurangi seluruh pengeluaran untuk pembelian tanah, bangunan, bahan baku, ongkos tukang, beban iklan, gaji, uang muka kendaraan, lalu ditambah dengan penerimaan uang muka pelanggan.
Aset lancar lainnya adalah persediaan senilai Rp 7.000.000 yang terbentuk dari penggabungan harga beli kayu mahoni dan ongkos tukang sesuai penerapan metode persediaan perpetual.
Perusahaan juga memiliki aset tetap dengan total nilai Rp 500.000.000.
Aset tetap ini terdiri atas tanah seharga Rp 200.000.000.
Terdapat pula aset berupa bangunan pabrik seharga Rp 100.000.000 dan kendaraan operasional bernilai Rp 200.000.000.
Beralih pada sisi pasiva, saya menghitung total kewajiban perusahaan berada pada angka Rp 155.000.000.
Kewajiban ini timbul dari utang pembelian kendaraan secara kredit sebesar Rp 150.000.000.
Terdapat juga utang uang muka pelanggan sebesar Rp 5.000.000 yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam bentuk barang jadi.
Terakhir, nilai ekuitas perusahaan pada neraca ini adalah Rp 494.500.000.
Nilai ekuitas tersebut saya peroleh dari modal awal Rp 500.000.000 dikurangi saldo rugi bersih dari laporan laba rugi sebesar Rp 5.500.000.
Analisis Kelangsungan Usaha
Berdasarkan interpretasi saya terhadap angka-angka tersebut, PT Perusahaan Maju Jaya memiliki peluang yang sangat besar untuk terus bertahan dan berkembang di masa depan.
Kerugian awal pada laporan laba rugi adalah fenomena yang sangat wajar bagi suatu bisnis manufaktur yang sedang dalam tahap merintis kegiatan operasionalnya.
Posisi likuiditas perusahaan masih tergolong sangat aman dengan saldo kas mencapai Rp 142.500.000.
Dana segar ini bisa dimanfaatkan oleh manajemen untuk membiayai kegiatan operasional selama beberapa bulan ke depan tanpa perlu terburu-buru mencari suntikan modal eksternal.
Saya melihat penunjukan manajer akuntansi dan manajer pembelian dalam mengelola strategi biaya sudah menunjukkan indikasi perencanaan yang positif.
Biaya produksi awal untuk pesanan kayu mahoni dan tukang berada di angka Rp 7.000.000 berbanding dengan potensi nilai pesanan akhir sebesar Rp 10.000.000, sehingga terdapat ruang margin laba yang memadai.
Saya menyarankan agar manajemen terus mengawasi pengeluaran kas secara ketat untuk bulan-bulan berikutnya.
Pengawasan ini sangat diperlukan untuk menjamin ketersediaan dana guna melunasi cicilan utang kendaraan operasional sebesar Rp 150.000.000.
Perusahaan harus memprioritaskan penyelesaian produksi pesanan customize tersebut agar uang muka dari pelanggan dapat segera diubah statusnya menjadi pendapatan riil.
Jika strategi pemasaran digital mampu menarik pesanan pelanggan secara konsisten, maka aliran kas masuk akan segera melampaui beban operasional sehingga perusahaan bisa mulai membukukan laba bersih yang berkelanjutan.
Ingin belajar bahasa inggris online dari nol secara gratis? Yuk, mulai belajar sekarang! Tersedia sertifikat (opsional) bagi yang membutuhkan.
📊 Lihat Daftar Pelajaran
Tinggalkan Balasan