Kabupaten Madiun kini resmi memiliki pusat pengembangan bahasa asing sendiri setelah Bupati Madiun, Hari Wuryanto, meresmikan peluncuran “Wates Kampung Inggris-nya Madiun” pada Kamis (25/6/2026).
Acara peresmian yang berlangsung di Dusun Wates, Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Agus Sucipto, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), jajaran perangkat kecamatan, kepala desa, Ketua TP PKK Desa Sumberbening, serta para peserta didik.
Kehadiran program ini dinilai strategis dalam membangun kepercayaan diri generasi muda agar fasih berbahasa Inggris, yang secara langsung membuka peluang berteman global sekaligus memperluas jaringan di dunia kerja.
Pemilik (Owner) Kampung Inggris Wates, Ahmad Said Triyanto, mengungkapkan bahwa inisiatif ini terinspirasi dari fenomena Kampung Inggris di Kediri yang telah melegenda sejak tahun 1996.
Sebelum mendirikan pusat belajar di tanah kelahirannya, Said mengaku telah mendedikasikan diri mengajar selama 12 tahun di lembaga perintis yang ada di Kediri tersebut.
Seperti dikutip dari laman resmi Madiunkab.go.id, Ahmad Said Triyanto menjelaskan motivasi di balik pendirian lembaga ini di Madiun:
“Itu yang meng-inspirasi kami untuk membangun disini dan kebetulan kami didukung oleh beberapa teman yang ada disini. Ya kalau alasannya karena rumah kami disini. Jadi, Kampung Inggris harus ada di Kabupaten Madiun.”
Perjalanan merintis Kampung Inggris Wates diakui Said penuh dengan tantangan luar biasa, sehingga ia merasa sangat terharu dan tidak menyangka akan mendapatkan apresiasi langsung berupa peresmian oleh Bupati Madiun.
“Alhamdulillah, dua (2) tahun kami tidak menyangka beliau (Bupati) akan datang kesini. Kalau perjuangannya luar biasa, kami tidak bisa berkata-kata,” ungkap Said sebagaimana dilansir oleh laman Madiunkab.go.id.
Hingga saat ini, program liburan yang ditawarkan oleh Kampung Inggris Wates telah berhasil menarik minat peserta dari berbagai daerah tetangga seperti Ponorogo, Magetan, dan Ngawi.
Bahkan saat musim libur panjang tiba, destinasi edukasi ini juga kedatangan peserta dari kota-kota besar seperti Depok, Semarang, Kalimantan Selatan, hingga siswa dari mancanegara seperti Belanda.
Untuk memfasililtasi para peserta yang datang dari luar daerah, pihak pengelola mengoptimalkan pemanfaatan rumah-rumah warga setempat yang bersedia dijadikan tempat penginapan (homestay).
Langkah kolaboratif tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Madiun yang berharap kehadiran Kampung Inggris Wates mampu mendongkrak roda perekonomian dan kesejahteraan warga sekitar.
Pemerintah Kabupaten Madiun juga berkomitmen untuk ikut mengintervensi melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna memastikan aspek kesehatan, kebersihan, hingga pemenuhan gizi makanan para peserta tetap terjaga dengan baik.
Bupati Madiun menekankan bahwa masyarakat kini tidak perlu lagi pergi jauh ke luar kota untuk mendapatkan pendidikan bahasa Inggris yang berkualitas tinggi.
“Kita tidak perlu jauh-jauh ke kota, seperti Pare, misalnya. Jadi, kita cukup disini dengan biaya yang cukup terjangkau tapi hasilnya sama, maksimal. Juga kesehatan dan kebersihannya akan kita jaga, termasuk memberikan menu makanannya yang diberikan kepada peserta Kampung Inggris,” terang Bupati Hari Wuryanto seperti dikutip dari situs resmi Madiunkab.go.id.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sumberbening, Basuki, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran jajaran pemerintah daerah dan berharap peresmian ini menjadi titik balik bagi kemajuan ekonomi dan literasi warganya.
Prosesi peresmian ini ditutup secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Bupati Madiun, yang menandai babak baru bagi Dusun Wates sebagai pusat edukasi bahasa asing unggulan di Kabupaten Madiun.
Ingin mengikuti kursus bahasa inggris secara online dari nol? Yuk, mulai belajar sekarang!
📊 Lihat Daftar Pelajaran
Tinggalkan Balasan