Pemkot Surakarta Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Lewat Pelatihan Bahasa Inggris ASN

Ditulis oleh

di

Pemerintah Kota Surakarta mengambil langkah strategis untuk memperkuat kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pelatihan kecakapan berbahasa Inggris.

Pelatihan bertajuk English for Public Excellence: Basic Frontliner Communication in Local Government Offices ini diselenggarakan selama dua hari di Ruang Manganti Praja, Kompleks Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Sebanyak 70 ASN yang bertugas di lini pelayanan, khususnya petugas front office dari berbagai perangkat daerah, menjadi peserta aktif dalam kegiatan ini.

Program inovatif ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surakarta dengan Program Studi D4 Bahasa Inggris Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS).

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris para petugas pelayanan yang menjadi garda terdepan saat berinteraksi dengan masyarakat maupun tamu mancanegara.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat para peserta.

Astrid Widayani menekankan bahwa tuntutan pelayanan publik saat ini sudah semakin dinamis dan terus berkembang.

“Pelayanan publik saat ini tidak hanya dituntut cepat dan ramah, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam,” ujar Astrid Widayani seperti dikutip dari laman jateng.antaranews.com.

Beliau juga menambahkan bahwa kemampuan berbahasa Inggris kini menjadi keterampilan yang semakin krusial, terutama bagi ASN di garis depan pelayanan.

Menurut Astrid, kolaborasi ini merupakan bentuk akselerasi yang sangat baik untuk meningkatkan kapasitas dan meng-upgrade kemampuan para frontliner demi menghadirkan pelayanan berkualitas.

“Bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam menghubungkan semua orang,” tutur Astrid Widayani sebagaimana dilansir dari jateng.antaranews.com.

Selain kemampuan teknis berbahasa, Astrid juga menegaskan pentingnya nilai-nilai moral dalam melayani masyarakat secara langsung.

Petugas lini depan wajib mengedepankan aspek sopan santun, keramahan, serta empati yang tinggi saat bertugas.

“Frontliner harus mampu melayani dengan teknik komunikasi yang baik. Namun yang tidak kalah penting adalah mengedepankan sopan santun dan ramah tamah,” tegas Astrid seperti dikutip dari berita jateng.antaranews.com.

Beliau meyakini bahwa kombinasi antara keahlian teknis (skill) dan sikap (attitude) yang baik akan menjadi penentu utama dari kualitas pelayanan pemerintah.

Melalui pelatihan intensif selama dua hari ini, para peserta dibekali dengan berbagai materi komunikasi praktis yang relevan dengan kebutuhan instansi pemerintah.

Materi tersebut meliputi teknik menyambut tamu, cara memperkenalkan layanan, memberikan informasi akurat, menangani berbagai pertanyaan, hingga membangun komunikasi yang sopan dan efektif.

Pemerintah Kota Surakarta berharap sinergi bersama Sekolah Vokasi UNS ini dapat membentuk kompetensi ASN yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.

Ingin mengikuti kursus bahasa inggris secara online dari nol? Yuk, mulai belajar sekarang!

📊 Lihat Daftar Pelajaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *