Alasan Perencanaan Manajemen Strategik Harus Bersifat Global Dan Pengaruh Penggunaan Standarisasi Global Sistem Pabrikasi Beserta Contohnya

Ditulis oleh

di

Persaingan yang terjadi dalam skala dunia menyebabkan gerakan strategik suatu perusahaan di satu negara dapat dipengaruhi oleh posisi bersaingnya di negara lain. Jelaskan pandangan Anda mengenai:

a. Apa saja alasan yang menyebabkan perencanaan manajemen strategik harus bersifat global? Berikan Contohnya.

b. Perusahaan-perusahaan dari negara industri umumnya meniru sistem pabrikasi. Jelaskan beberapa pengaruh yang menjadi alasan penggunaan standarisasi global sistem pabrikasi sebuah perusahaan dan berikan contohnya!

Jawaban:

a. Alasan Perencanaan Manajemen Strategik Harus Bersifat Global

Persaingan global yang terintegrasi menuntut perusahaan untuk tidak lagi memandang pasar domestik secara terpisah. Menurut Hitt, Ireland, dan Hoskisson (2017) dalam buku Strategic Management: Concepts: Competitiveness and Globalization, beberapa alasan utama mengapa perencanaan manajemen strategis harus bersifat global meliputi:

  1. Pemanfaatan Skala Ekonomi (Economies of Scale)
    Pasar domestik sering kali memiliki batas volume penjualan. Perencanaan global memungkinkan perusahaan memproduksi barang dalam jumlah jauh lebih besar, sehingga menurunkan biaya rata-rata per unit produk. Contohnya adalah Apple Inc. yang merancang produk untuk pasar dunia. Dengan volume produksi global yang sangat tinggi, biaya penelitian dan pengembangan (R&D) per unit perangkat menjadi sangat murah.
  2. Akses ke Sumber Daya dan Faktor Production Murah
    Perencanaan global mengarahkan perusahaan untuk menempatkan mata rantai nilai di lokasi yang paling efisien, baik dari sisi bahan baku, modal, maupun tenaga kerja. Sebagai contoh, Nike mendesain sepatu di Amerika Serikat untuk mempertahankan inovasi, tetapi memindahkan proses manufaktur ke negara-negara Asia Tenggara untuk mengoptimalkan biaya tenaga kerja.
  3. Merespons Tindakan Pesaing Lintas Negara (Global Rivalry)
    Gerakan pesaing di satu wilayah dapat mengancam posisi bisnis di wilayah lain. Yip (2003) dalam teorinya mengenai Total Global Strategy menjelaskan bahwa perusahaan harus hadir di pasar-pasar utama untuk melakukan cross-subsidization—menggunakan keuntungan dari satu negara untuk membiayai persaingan di negara lain. Contohnya terlihat pada persaingan antara Boeing dan Airbus, di mana penetapan harga serta strategi investasi keduanya selalu memperhitungkan reaksi lawan secara global.

Saya memandang bahwa tanpa perencanaan berdimensi global, sebuah perusahaan berisiko kehilangan daya saing karena kalah dalam efisiensi struktur biaya dan lambat merespons manuver pesaing asing.

b. Pengaruh yang Menjadi Alasan Penggunaan Standarisasi Global Sistem Pabrikasi

Pengadopsian sistem pabrikasi serupa oleh perusahaan dari negara industri didasari oleh kebutuhan untuk mencapai konsistensi dan efisiensi operasional di seluruh fasilitas produksi di dunia. Berdasarkan pandangan Hill dan Jones (2012) dalam Strategic Management: An Integrated Approach, beberapa pengaruh utama yang menjadi alasan penerapan standarisasi global sistem pabrikasi adalah:

  1. Jaminan Kualitas Konstan dan Pengendalian Mutu (Quality Control)
    Standarisasi memastikan setiap produk yang keluar dari pabrik mana pun memenuhi spesifikasi mutu yang persis sama. Hal ini meminimalkan cacat produksi dan menjaga reputasi merek. Pengaruh ini terlihat jelas pada penerapan Toyota Production System (TPS) atau Lean Manufacturing. Toyota menerapkan standar lini perakitan yang identik di Jepang, Amerika Serikat, maupun Indonesia, sehingga tingkat presisi kendaraan yang dihasilkan tetap setara.
  2. Kemudahan Transfer Teknologi dan Pengetahuan Operasional
    Ketika suatu sistem pabrikasi diseragamkan, proses pelatihan karyawan, pemeliharaan mesin, serta penerapan inovasi baru menjadi sangat cepat ditiru oleh pabrik cabang di negara lain. Sebagai contoh, Samsung mengoperasikan sistem otomatisasi dan tata letak pabrik yang terstandarisasi di seluruh dunia. Ketika laboratorium pusat menemukan metode perakitan komponen yang lebih cepat, instruksi tersebut dapat diterapkan secara serentak ke pabrik di Vietnam maupun Korea Selatan.
  3. Penyederhanaan Rantai Pasok (Supply Chain Optimization)
    Sistem pabrikasi yang terstandar menggunakan komponen, perkakas, dan spesifikasi mesin yang homogen. Ini memberikan posisi tawar yang kuat bagi perusahaan saat membeli bahan baku dari pemasok serta mempermudah fleksibilitas alokasi produksi. Contohnya adalah produsen semikonduktor seperti Intel, yang memproduksi chipset dengan spesifikasi fabrikasi persis sama di berbagai fasilitas globalnya, sehingga gangguan operasional di satu lokasi dapat langsung dialihkan ke fasilitas lainnya.

Saya menilai bahwa standarisasi sistem pabrikasi merupakan fondasi utama bagi perusahaan industri untuk menjaga keandalan produk sekaligus memangkas biaya operasional di tingkat internasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *