Salah satu nilai tukar yang paling banyak digunakan negara-negara dalam bisnis internasional adalah Nilai tukar mengambang. Jelaskan pendapat Anda apa yang dimaksud dengan Nilai tukar mengambang dan apa saja kelebihan nilai tukar ini sehingga digunakan oleh banyak negara di dunia! Selain itu, jelaskan pula, apa yang menyebabkan kurs valuta asing dapat berfluktuasi?
Jawaban:
Pengertian Nilai Tukar Mengambang
Nilai tukar mengambang (floating exchange rate) adalah sistem nilai tukar mata uang yang nilainya ditentukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar, yaitu interaksi antara permintaan dan penawaran valuta asing di pasar valas tanpa penetapan target resmi dari pemerintah atau bank sentral (Salvatore, 2014). Dalam sistem ini, jika permintaan terhadap mata uang suatu negara meningkat, nilai mata uang tersebut akan menguat (apresiasi). Sebaliknya, jika penawaran meningkat melebihi permintaan, nilai mata uang tersebut akan melemah (depresiasi). Bank sentral dapat menerapkan sistem mengambang bebas (free float) di mana pasar bekerja murni tanpa campur tangan, atau mengambang terkendali (managed float) di mana intervensi terbatas dilakukan untuk meredam gejolak harga yang terlalu ekstrem (Mankiw, 2019).
Kelebihan Nilai Tukar Mengambang
Penggunaan sistem ini oleh banyak negara didasari oleh berbagai keunggulan mekanisme penyesuaian otomatis pasar. Menurut Krugman, Obstfeld, dan Melitz (2018), berikut adalah kelebihan dari sistem nilai tukar mengambang:
- Otonomi Kebijakan Moneter
Bank sentral memiliki kebebasan penuh dalam mengatur tingkat suku bunga dan jumlah uang beredar untuk mencapai sasaran ekonomi domestik, seperti mengendalikan inflasi atau mendorong pertumbuhan ekonomi, tanpa harus terikat menjaga patok nilai tukar mata uang. - Penyesuaian Neraca Pembayaran Secara Otomatis
Sistem ini mampu mengoreksi ketidakseimbangan perdagangan internasional secara mandiri. Ketika suatu negara mengalami defisit neraca perdagangan, nilai mata uangnya akan melemah secara alami. Pelemahan ini membuat produk ekspor menjadi lebih murah bagi pasar luar negeri dan barang impor menjadi lebih mahal bagi pasar domestik, sehingga mendorong pemulihan keseimbangan perdagangan. - Perlindungan dari Guncangan Eksternal (Shock Absorber)
Mekanisme fluktuasi kurs bertindak sebagai peredam benturan dari krisis atau perubahan kondisi ekonomi global. Perubahan nilai tukar langsung menyerap dampak guncangan pasar sebelum berdampak sistemik pada variabel makroekonomi domestik seperti tingkat pengangguran atau produksi nasional. - Menghindari Cadangan Devisa yang Besar
Pemerintah dan bank sentral tidak perlu menguras cadangan devisa dalam jumlah masif untuk mempertahankan nilai mata uang pada level tertentu, berbeda dengan sistem nilai tukar tetap yang mewajibkan bank sentral terus melakukan intervensi jual-beli valas.
Faktor Penyebab Fluktuasi Kurs Valuta Asing
Nilai kurs valuta asing terus bergerak dinamis karena terpengaruh oleh perubahan variabel makroekonomi dan persepsi pasar. Madura (2021) menjelaskan ada beberapa faktor yang memicu fluktuasi kurs, yaitu:
- Perbedaan Tingkat Inflasi
Negara dengan tingkat inflasi yang lebih tinggi cenderung mengalami penurunan daya beli mata uangnya, sehingga permintaan terhadap produknya menurun dan menyebabkan nilai tukar mata uang tersebut melemah terhadap mata uang negara lain. - Perbedaan Suku Bunga
Perubahan tingkat suku bunga relatif memengaruhi arus modal internasional. Suku bunga riil yang lebih tinggi menarik masuknya modal asing (capital inflow) karena investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi, yang pada akhirnya memperkuat nilai tukar mata uang lokal. - Kondisi Neraca Perdagangan dan Arus Modal
Tingginya permintaan ekspor suatu negara meningkatkan permintaan mata uang domestik oleh pembeli luar negeri, yang mendorong kenaikan nilai tukar. Sebaliknya, dominasi aktivitas impor memperbesar penawaran mata uang domestik ke luar negeri sehingga menekan nilai tukar. - Espektasi dan Spekulasi Pasar
Sentimen investor, rumor politik, stabilitas keamanan, dan rilis data ekonomi secara signifikan memengaruhi persepsi pasar. Spekulasi pelaku pasar yang mengantisipasi penguatan atau pelemahan suatu mata uang dapat langsung memicu pergerakan kurs secara instan. - Tingkat Pendapatan Relatif
Kenaikan tingkat pendapatan di suatu negara meningkatkan daya beli masyarakat terhadap barang-barang impor, yang pada gilirannya meningkatkan penawaran mata uang domestik di pasar valas dan menekan nilainya.
Tinggalkan Balasan