Persiapan Kurikulum Wajib 2027: Pemkab Kudus Mulai Latih Guru SD Menguasai Bahasa Inggris

Ditulis oleh

di

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, bergerak cepat mempersiapkan kompetensi para pengajar di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Langkah taktis ini diambil guna memastikan seluruh guru siap mengajarkan Bahasa Inggris, yang dalam waktu dekat akan bertransformasi menjadi mata pelajaran wajib di jenjang SD.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pemkab Kudus telah menjalin komunikasi langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) terkait program penguatan kompetensi ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Eko Dhumartono, mengungkapkan bahwa Kabupaten Kudus siap terlibat dalam proyek percontohan nasional untuk penguatan Bahasa Inggris sekolah pada tahun depan.

Seperti dikutip dari laman jateng.antaranews.com, Eko Dhumartono menjelaskan, “Kami juga sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) terkait program penguatan pembelajaran Bahasa Inggris sejak dini. Tahun depan Kabupaten Kudus juga akan terlibat dalam proyek percontohan yang berkaitan dengan penguatan kompetensi Bahasa Inggris di sekolah.”

Fokus persiapan dari Pemkab Kudus saat ini diarahkan sepenuhnya pada pendataan awal dan pembekalan bagi guru-guru SD.

Hal ini dikarenakan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dinilai tidak menghadapi kendala berarti sebab Bahasa Inggris sudah lama diajarkan secara terstruktur.

Tantangan terbesar justru ada di tingkat SD yang mayoritas belum memiliki guru khusus bermuatan Bahasa Inggris.

Kondisi tersebut terjadi karena materi Bahasa Inggris selama ini memang belum diintegrasikan ke dalam kurikulum wajib sekolah dasar.

Untuk mengatasi keterbatasan tenaga pengajar, Pemkab Kudus akan mengoptimalkan peran Balai Pengembangan Guru (BPG) guna mencetak SDM berkualitas.

Setiap sekolah nantinya akan menyeleksi guru pilihan yang direkomendasikan dinas untuk mengikuti pelatihan intensif.

Sistem pengajaran ini direncanakan menggunakan metode pengimbasan, di mana guru yang telah dilatih wajib membagikan ilmunya kepada rekan sejawat di wilayahnya.

Melalui data dari jateng.antaranews.com, Sekda Kudus menerangkan, “Yang disiapkan tentu SDM-nya, terutama guru yang nantinya bisa mengajar Bahasa Inggris. Awalnya diberikan rekomendasi oleh dinas, kemudian guru-guru yang dilatih akan menularkan ilmunya kepada guru lain di daerah.”

Pada tahap awal, pelatihan ini sudah mulai bergulir melalui Balai Pengembangan Guru dan Tenaga Kependidikan (BPGTK) dengan kuota perdana sebanyak 50 guru.

Sasaran utama program pembekalan kemampuan tambahan ini diprioritaskan bagi guru kelas yang mengajar di tingkat kelas 3 sampai kelas 6 SD.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Anggun Nugroho, membenarkan bahwa pelatihan tersebut telah berjalan sejak satu bulan lalu.

Pihak Disdikpora Kudus juga menegaskan telah menyiapkan skema matang agar proses transfer ilmu antarguru dapat berjalan optimal.

Sebagaimana dilansir oleh jateng.antaranews.com, Anggun Nugroho memaparkan, “Kami sudah menyiapkan skema untuk guru-guru yang dilatih. Guru-guru yang sudah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat mengimbaskan ilmu yang diperoleh kepada guru-guru lain di daerah.”

Anggun tidak menampik bahwa pembelajaran Bahasa Inggris sebenarnya sudah diadopsi oleh beberapa SD, namun statusnya belum menjadi bagian dari kurikulum wajib nasional.

Mengingat pemerintah pusat menetapkan target implementasi penuh kurikulum wajib Bahasa Inggris SD pada tahun 2027, seluruh guru kelas 3 hingga 6 dituntut sudah siap dan kompeten.

Merujuk pada pemberitaan jateng.antaranews.com, Anggun Nugroho menambahkan, “Guru yang dipilih akan disesuaikan dengan kualifikasi dan kebutuhan sekolah masing-masing. Karena pemerintah pusat menargetkan tahun 2027 diterapkan untuk SD mulai dari kelas III sampai kelas VI, sehingga guru kelas tersebut harus sudah memiliki kemampuan mengajar Bahasa Inggris.”

Melalui strategi pelatihan berjenjang dan persiapan yang matang ini, Disdikpora Kudus berharap para pendidik tidak akan mengalami kesulitan berarti saat kebijakan wajib ini resmi diperluas.

Ingin mengikuti kursus bahasa inggris secara online dari nol? Yuk, mulai belajar sekarang!

📊 Lihat Daftar Pelajaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *